031-3977660 info@waterpedia.co.id

Pembahasan

Penentuan kadar air bertujuan untuk mengetahui sifat higroskopis dari arang aktif.

Biomassa merupakan keseluruhan materi yang berasal dari makhluk hidup, termasuk bahan organik baik yang hidup maupun yang ada di bawah permukaan tanah. Contoh dari biomassa adalah pohon, hasil panen, rumput, hewan dan sisa/kotoran hewan (Sutaryo, 2009). Salah satu pemanfaatan biomassa adalah sebagai bahan dasar produksi arang aktif. 

Arang aktif merupakan padatan dengan bahan dasar karbon berpori yang memiliki luas permukaan sangat tinggi yaitu diatas 600 m2/gram. 

Biomassa dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan arang melalui pemanasan pada suhu tinggi. Setelah itu arang dirubah menjadi arang aktif melalui proses aktivasi. 

Proses aktivasi merupakan proses untuk menghilangkan hidrokarbon yang melapisi permukaan arang sehingga dapat meningkatkan porositas karbon (Cooney, 1980). 

Aktivasi arang aktif dapat dilakukan melalui proses aktivasi secara fisik dan proses kimia.

Proses aktivasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemberian uap air atau gas CO2.

Sedangkan secara kimia dilakukan dengan penambahan zat kimia tertentu, aktivasi secara kimia dapat dilakukan dengan penambahan zat kimia sekaligus pada saat pirolisis ataupun penambahan zat kimia setelah arang terbentuk.

Berdasarkan SNI 06-3730-1995 tentang arang aktif teknis, arang aktif berbentuk serbuk yang berkualitas baik memiliki kadar air maksimal sebesar 15%, kadar zat mudah menguap maksimal 25%, kadar abu maksimal 10% dan kadar karbon minimal 65%. 

Untuk daya serapnya, arang aktif yang baik memiliki daya serap terhadap I2 minimal sebesar 750 mg/g dan daya serap terhadap metilen biru minimal sebesar 120 mg/g

Arang aktif banyak dimanfaatkan oleh pabrik-pabrik untuk berbagai tujuan, diantaranya sebagai pembersih air, pemurnian gas, atau pengolahan limbah cair. 

Dalam perindustrian, arang aktif sangat berguna karena dapat mengadsorpsi bau, warna, gas serta logam. 

Maraknya perkembangan proses industri akan meningkatkan resiko pencemaran lingkungan sehingga meningkatkan pula kebutuhan akan arang aktif.

Tujuan Praktikum : untuk mengetahui kualitas karbon aktif serta mengetahui sifat biogrokopis karbon aktif.

 

Alat dan Bahan :

Alat :

  1. Neraca Analitik
  2. Oven
  3. Desikator
  4. Cawan

Bahan :

  1. Karbon Aktif
  2. Kertas Saring

 

Langkah Kerja 

  1. Timbang karbon aktif sebanyak 5 gr menggunakan neraca analitik, catat beratnya (W1)
  2. Oven selama 3 jam dengan suhu 115°c
  3. Setelah dioven, dinginkan didalam desikator.
  4. Kemudian timbang dengan neraca analitik kembali hingga berat yang diperoleh konstan
  5. Catat massa karbon aktif yang telah ditimbang (W2)
  6. Perhitungan = W1/ W2 x 100