031-3977660 info@waterpedia.co.id

Pembahasan

Air sumur 

Salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan adalah air tanah atau air sumur. Air sumur adalah air tanah dangkal sampai kedalaman kurang dari 30 meter, air sumur umumnya pada kedalaman 15 meter dan dinamakan juga sebagai air tanah bebas karena lapisan air tanah tersebut tidak berada di dalam tekanan.

Air merupakan bahan yang sangat vital yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh aktivitas kehidupan mahkluk hidup di bumi ini. Keseluruhan jumlah dari 40 juta mil kubik air yang berada di palnet bumi ini, baik yang di dalam atau di permukaan ternyata hanya 0,5% atau 0,2 juta mil kubik yang secara langsung dapat digunakan. Sisanya, yaitu 97% berbentuk air laut dan 2,5% berbentuk salju dan es abadi yang dalam keadaan cair baru dapat digunakan (Suriawiria, 2005).

Kualitas air menyatakan tingkat kesesuaian air terhadap penggunaan tertentu dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia, mulai dari air untuk memenuhi kebutuhan langsung yaitu air minum, mandi dan cuci, air irigasi atau pertanian, peternakan, perikanan, rekreasi dan transportasi.

Kualitas air mencakup tiga karakteristik, yaitu fisika, kimia dan biologi (Suripin, 2001). Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang biasa dilakukan adalah uji kimia, fisik, biologi, atau uji kenampakan (bau dan warna).

Kualitas air menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya: air minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya. Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan dan kelestarian dalam penggunaannya

 

Suhu

Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat, getaran. Air yang baik harus memiliki temperatur yang sama dengan temperatur udara (20-30oC).

Air yang sudah tercemar mempunyai temperature di atas atau dibawah temperatur udara. Sampel air pada ke dua lokasi mempunyai suhu 26oC. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa air sumur bor dari kedua lokasi memenuhi syaratair baku air minum sesuai kriteria mutu air kelas 1 berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran.

 

TDS

Total Dissolved Solid (TDS) atau padatan terlarut adalah padatan-padatan yang mempunyai ukuran lebih kecil dari padatan tersuspensi. Total Dissolved Solids (TDS) meter digunakan untuk mengukur berat total semua padatan (mineral, garam atau logam) yang dilarutkan dalam sejumlah volume air, dinyatakan dalam miligram per liter (mg/L) atau part per million (PPM).

TDS Meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur partikel yang ada pada larutan air yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. TDS merupakan singkatan dari Total Dissolved Solids. Pada setiap air minum pasti mengandung suatu partikel yang dapat larut dan tidak bisa tampak oleh mata. Untuk partikelnya, dapat berupa partikel padat misalnya kandungan logam.

Air organik merupakan air yang sama sekali tidak memiliki kandungan dan unsur kimia selain H2O. Unsur kimia tersebut dalam air mineral tersebut tidak mengandung unsur mineralanorganik, diantaranya adalah merkuri, frrum, dan alumunium. Untuk cara mengukur partikel tersebut yaitu dengan TDS meter.

Alat tersebut dapat mengukur berapa jumlah partikel padat yang dapat larut dalam air pada setiap satuan ppm. Untuk penunjuknya berupa angka digital pada displaynya.TDS meter ini digunakan sebagai alat cek kemurnian air dan kadar mineral yang ideal untuk semua aplikasi pemurnian air seperti pengecekan air minum isi ulang, air reverse osmosis, air PAM, air destilasi, air aki, air tanah, air limbah regulasi, air sadah, budidaya hidroponik, dan koloid perak.

Fitur TDS meter digital laboratorium ini adalah sbb:

  1. Sangat efisien dan akurat karena menggunakan mikroprosesor.
  2. Fungsi HOLD : untuk menyimpan pengukuran, untuk membaca dan merekam.
  3. Fumsi Auto-off : meter menutup secara otomatis setelah 10 menit tidak gunakan untuk menghemat baterai.
  4. Rentang Pengukuran: 0-9990 ppm. Dari 0-999 ppm, resolusi dengan penambahan sebesar 1ppm. Dari 1000-9990 ppm, resolusi dengan penambahan sebesar 10ppm, ditunjukkan oleh gambar berkedip ‘x10′.
  5. Built-in termometer digital
  6. Tampilan besar dan mudah dibaca layar LCD.
  7. Kalibrasi pabrikan: Alat kami dikalibrasi dengan larutan NaCl 342 ppm. Meter dapat dikalibrasi ulang dengan obeng mini.

pH

PH adalah derajat keasaman atau kebasaan suatu larutan, menyatakan logaritma negative konsentrasi ion H dengan bilangan pokok 10. Larutan netral mempunyai pH 7, asam lebih kecil dari 7, basa lebih besar dari 7. Di perairan yang tidak tercemar pH di control oleh ion CO2, Carbonate dan Bicarbonate.

PH larutan merupakan minus logaritma konsentrasi ion hidrogen yang ditetapkan dengan metode pengukuran secara potensiometri dengan menggunakan pH meter. Larutan penyangga (buffer) pH merupakan larutan yang dibuat dengan melarutkan garam dari asam lemah-basa kuat atau basa lemah-asam kuat sehingga menghasilkan nilai pH tertentu dan stabil. Certified Reference Material (CRM), merupakan bahan standar bersertifikat yang tertelusur ke sistem nasional atau internasional.

Prinsip cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH meter adalah sebuah Metode pengukuran pH berdasarkan pengukuran aktifitas ion hidrogen secara potensiometri/elektrometri dengan menggunakan pH meter.

Metode pengukuran pH berdasarkan pengukuran aktifitas ion hidrogen secara potensiometri/elektrometri dengan menggunakan pH meter.

 

Temperatur

Air memiliki suhu antara 0 °C sampai 100°C. Pada suhu 0° C bila kalor air terus diserap keluar, air akan berubah wujud menjadi es.

 

Warna

Warna pada air dapat disebabkan karena adanya bahan organik dan bahan anorganik, karena keberadaan plankton, humus dan ion-ion logam serta bahan-bahan lain (Effendi, 2003). Hasil pengujian laboratorium sampel air sumur pada lokasi A berwarna bening sedangkan pada lokasi C berwarna bening. Berdasarkan hasil pengujian warna maka air sumur bor dari kedua lokasi memenuhi syarat sebagai air baku untuk air minum.

Langkah Kerja 

Alat :

  1. Gelas kimia 250 ml
  2. Kertas Lakmus
  3. TDS / Temp

Bahan :

  1. Sampel air sumur kampus A
  2. Sampel air sumur kampus C

Prosedur Kerja :

  1. Siapkan 2 sampel air sumur
  2. Masukkan sampel kedalam gelas kimia 250 ml
  3. Cek temperatur menggunakan alat TDS/TEMP meter
  4. Kemudian cek pH dengan kertas lakmus
  5. Cek kekeruhan dan bau dari sampel air sumur
  6. Catat hasil TGS, temperatur, dan uji PH