Monitoring sampel bakteri menggunakan mikroskop

Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasat mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil (mikroskopis). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

Jenis – jenis mikroskop:

Mikroskop cahaya

mikroskop cahaya menggunakan cahaya sebagai media untuk mengirimkan gambar ke mata, yang berfungsi untuk mengamati bagian – bagian mikroskopis dan transparan. Sumber cahaya pada mikroskop cahaya bisa didapat dari berbagai sumber seperti cahaya matahari ataupun cahaya lampu penerang, mikroskop cahaya memerlukan lensa untuk membantu menangkap dan memusatkan cahaya pada objek yang akan diamati.

Mikroskop Stereo

Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi

Mikroskop Elektron

adalah sebuah mikroskop yang mampu melakukan pembesaran objek sampai dua juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan perbesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus.

Alat dan Bahan:

  • Aerasi limbah air asi
  • Bivol
  • Aerasi limbah
  • Bakteri
  • Bakteri air asi
  • Preparat
  • Kertas lakmus
  • TDS meter
  • Pipet tetes

Prosedur:

  1. Siapkan alat dan bahan
  2. Cek pH sampel menggunakan kertas lakmus
  3. Setelah itu cek suhu dan TDS menggunakan TDS meter
  4. Ambil sampel menggunakan pipet tetes dan letakkan pada preparat
  5. Cek bakteri menggunakan mikroskop

Video Monitoring sampel bakteri menggunakan mikroskop

 

informasi :
Telp : 0313977660
Wa : 0878 5092 5256
Email : info@waterpedia.co.id