Menganalisa Bakteri Anaerobik

Pendahuluan:
Bakteri merupakan organisme yang memiliki sel tunggal, tidak memiliki membran inti sel
(bersifat prokariotik), serta memiliki ukuran mikroskopik artinya diperlukan mikroskop untuk
bisa melihatnya.
Bakteri anaerob merupakan bakteri yang tidak dapat tumbuh dalam suasana O2 atau zat
asam karena dalam suasana ini akan terbentuk H2O2 yang bersifat toksik terhadap bakteri.
Sebab lain menyatakan dalam suasana zat asam potensi oksidasi-reduksi yang diperlukan
kuman anaerob tidak akan menurun.
Bakteri anaerob dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu:
1. Bakteri anaerob tidak berspora atau bakteri anaerob fakultatif, adalah bakteri yang
dapat hidup dengan baik baik itu dengan oksigen atau tanpa oksigen, dan
2. Bakteri anaerob berspora atau bakteri anaerob obligat, adalah bakteri yang tidak
membutuhkan Oksigen dalam hidupnya dan jika ada oksigen bakteri tersebut akan
mati.
Cara melakukan analisis sampel
Untuk melakukan analisis sampel alat dan bahan yang diperlukan antara lain:

Alat dan bahan
Alat dan Bahan:
1. Pipet volume 50 ml
2. Filler merah
3. Beaker glass
4. Bakteri aerobik
5. Bakteri nutrisi
6. Bakteri anaerobik
7. Kertas lakmus
8. TDS meter
Prosedur:
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Ambil sampel bakteri sebanyak 50 ml menggunakan pipet volume.
3. Kemudian masukkan sampel bakteri ke dalam beaker glass.
4. Setelah itu, cek pH dari sampel menggunakan kertas lakmus.
5. Amati perubahan warna dari kertas lakmus dan tentukan pH.
6. Cek juga suhu dan TDS sampel menggunakan TDS meter.
7. Amati warna dan aroma dari sampel bakteri.

Informasi :

Telp : 031.3977660
WA : 0878 5092 5256
Email : info@waterpedia.co.id

WhatsApp chat