031-3977660 info@waterpedia.co.id

Identifikasi Jenis Bakteri
Bakteri merupakan salah satu golongan mikroorganisme prokariotik (bersel tunggal) yang hidup
berkoloni dan tidak mempunyai selubung inti namun mampu hidup dimana saja (Jawest et al.,
2004).
Berdasarkan bentuknya bakteri dibedakan menjadi 3 bentuk dasar, yaitu :
1. Coccus
2. Basil
3. Spiral
Menurut klasifikasinya bakteri dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Gram positif
2. Gram negatif
Beberapa bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif merupakan flora normal pada tubuh
manusia. Flora normal adalah mikroorganisme yang menempati suatu daerah tanpa
menimbulkan penyakit pada inang yang ditempati.
Ada juga sebagian dari bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif misalnya Staphylococcus
aereus yang dapat menyebabkan penyakit jika mencapai jumlah 1.000.000 per Gram yang
merupakan suatu jumlah yang cukup untuk memproduksi toksin (Synder, 1988).
Perbedaan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif :
A. Bakteri Gram positif
1. Reaksi warna biru keunguan
2. Lapisan peptidoglikan dinding sel multi lapis
3. Teichoic Acid (WTAs) berlimpah
4. Ruang periplasmik tidak ada
5. Membran luar tidak ada
6. Kandungan lipopolisakarida (LPS) nyaris tidak ada
7. Kandungan lipid dan lipoprotein rendah
8. Racun yang dihasilkan eksotoksin
B. Bakteri Gram negatif
1. Reaksi warna merah
2. Lapisan peptidoglikan dinding sel selapis
3. Teichoic Acid (WTAs) tidak ditemukan
4. Ruang periplasmik ada
5. Membran luar ada
6. Kandungan lipopolisakarida (LPS) tinggi
7. Kandungan lipid dan lipoprotein tinggi
8. Racun yang dihasilkan endoktoksin dan eksotoksin
Klasifikasi bakteri berdarkan pewarnaan gram (Hans Christian Gram, 1884)
Ahli medis dari Denmark ini mengembangkan teknik untuk membedakan jenis bakteri sesuai
dengan ketebalan lapisan dinding sel melalui sistem pewarnaa yang dikenal dengan Teknik
Pewarnaan Gram.
Pada teknik pewarnaan gram, bakteri diwarnai dengan campuran yodium dan zat warna violet.
Dibilas dengan alkohol dan aquadest lalu kembali diwarnai dengan safranin.
Pada umumnya, bakteri berukuran mikroskopis, tidak berwarna, dan transparan sehingga tidak
terlihat kontras dengan lingkungannya dan juga tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata.
Maka kira memerlukan bantuan alat untuk melihat bakteri tersebut berupa mikroskop.
Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda berukuran mikro, yang
mampu menghasilkan perbesaran hingga ratusan kali.
Bagian-bagian dari mikroskop :
1. Lensa okuler
2. Lengan mikroskop
3. Pengatur makrometer
4. Pengatur mikrometer
5. Tombol on-off
6. Revolver
7. Lensa objektif
8. Penjepit preparat
9. Meja preparat
10. Diafragma
11. Sekrup penggerak diafragma
12. Sumber cahaya
13. Kaki penyangga
Mikroskop memiliki 2 jenis lensa, yaitu :
1. Lensa okuler
Lensa ini dapat memperbesar benda dengan perbesaran 5 kali, 10 kali, dan 15 kali.
Perubahan perbesaran lensa hanya bisa dilakukan dengan membuka lensa dan
menggantinya dengan ukuran sesuai yang diinginkan.
2. Lensa objektif
Lensa ini dapat memperbesar benda dengan perbesaran 4 kali, 10 kali, 40 kali, dan 100
kali. Lensa ini dapat digunakan bergantian dengan memutar piringan di atasnya sampai
posisi lensa sejajar dengan tabung menuju lensa okuler.
Tingkat perbesaran yang dilakukan oleh mikroskop dapat dihitung dengan cara mengalikan
tingkat perbesaran yang dihasilkan oleh lensa objektif dengan lensa okuler. Dalam pengamatan
bakteri, perbesaran dapat ditingkatkan dengan penambahan minyak imersi. Minyak imersi
memiliki kekuatan perbesaran maksimum sebesar 115 kali.
Alat dan bahan yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis bakteri yaitu :
1. Air limbah (inlet)
2. Mikroskop binokuler
3. Pipet tetes
4. Object glass
5. Cover glass
6. Beaker glass 250 ml
Langkah kerja mengidentifikasi jenis bakteri :
1. Tancapkan kabel mikroskop ke sumber listrik, lalu tekan tombol on
2. Tuang air limbah ke dalam beaker glass secukupnya
3. Ambil air limbah menggunakan pipet tetes, lalu teteskan di atas object glass sebanyak 1
tetes
4. Tutup object glass menggunakan cover glass
5. Letakkan sampel di meja preparat, lalu jepit menggunakan penjepit preparat
6. Lakukan pengamatan