Fungsi Bakteri Starter Air Limbah IPAL,limbah Domestik dan limbah Industri

Bakteri Starter Air Limbah

 Bakteri Starter Air Limbah IPAL limbah domestik & Industri. Starter merupakan bahan tambahan yang digunakan pada tahap awal proses fermentasi. Starter merupakan biakan mikroba tertentu yang ditumbuhkan di dalam substrat atau medium untuk tujuan proses tertentu . Syarat starter fermentasi adalah murni, unggul, stabil dan bukan patogen. syarat starter fermentasi yaitu aman digunakan dan mampu menghambat bakteri patogen.

Bakteri Starter Air limbah

  Faktor nutrien dan lingkungan sangat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan mikrobia. Proses fermentasi dapat terus berlangsung dengan memanfaatkan glukosa sebagi sumber energi. Nutrien di dalam medium semakin berkurang seiring bertambahnya lama fermentasi, dengan adanya jumlah sel yang semakin bertambah dapat mengakibatkan kompetisi dan akhirnya akan memasuki fase kematian.

Baca juga disini: http://eprints.undip.ac.id/54165/3/Bab_II.pdf

Bakteri Starter Air Limbah Bacteria starter biasanya mengandung beberapa bibit bakteri yang sudah didormansikan. Dikemas dengan bahan penyerap air, seperti tanah liat Montmorillonite, bakteri dapat “tidur” sebelum menjadi aktif segera setelah memasuki habitat idealnya (seperti akuarium).

Fungsi Bacteria starter adalah:

  • Menekan pertumbuhan organisme patogen, yang menyebabkan penyakit dan kematian pada ikan dan udang
  • Mengurai kotoran dan sisa pakan
  • Mengurai racun Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S)
  • Membantu penyerapan nutrisi dalam sistem pencernaan
  • Mengurangi limbah organik dalam kolam atau aquarium
  • Meningkatkan kecerahan air kolam atau aquarium
  • Mengurangi kebutuhan akan pergantian air kolam atau tambak
  • Menstabilkan tingkat kandungan oksigen terlarut dalam air
  • Mengurangi bau tanah/lumpur pada daging ikan/udang
  • Mengurangi kadar Amonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) dalam air
  • Menekan pertumbuhan dan penyebaran organisme patogen
  • Meningkatkan imunitas terhadap penyakit disebabkan oleh jamur, virus, bakteri maupun kutu,spt: white spot, aeromonas, dll.
  • Mengurangi tingkat kematian.

Baca Artikel lainnya :

  1. Bikatiria bakteri aerobik 
  2. Monitoring Bakteri pada Air limbah
  3. Pelatihan IPAL POPAL PPPA Sertifikasi BNSP