Sejarah Daur Ulang Air Limbah

SEJARAH DAUR ULANG AIR LIMBAH

DAUR ULANG AIR
DAUR ULANG AIR LIMBAH

Pada tahun 1994 dalam sebuah jurnal worldwide water science innovation, Hidenari yasui dari Kurita Co, Jepang, memperkenalkan sebuah expositions inovasi pengolahan air limbah dengan mereduksi jumlah endapan lumpur yang dihasilkan dari compositions pengolahan lumpur aktif. Expositions inovasi tersebut kemudian dikenal dengan compositions pengolahan air limbah emisi (zero discharge). Hidenari yasui berhasil mereduksi hampir 100 persen dari limbah endapan lumpur dengan menerapkan teknologi ozon pada compositions pengolahan air limbah lumpur aktif.Bagan pengolahan air limbah lumpur aktif dengan penerapan sistem ozon dapat dilihat pada Gambar 1. Pada sistem ini sebagian endapan lumpur diambil untuk melalui expositions ozonisasi dalam chamber ozon compositions. Selanjutnya endapan lumpur tadi dikembalikan pada chamber lumpur aktif. Melalui expositions ozonisasi endapan lumpur tadi menjadi material yang mudah untuk diuraikan dan direduksi oleh mikroorganisme. Dalam chamber lumpur aktif bersamaan dengan expositions penguraian air limbah material oleh mikroorganisme, terjadi pula compositions penguraian endapan lumpur hasil expositions tersebut, sehingga tercipta sistem praktis pengolahan air limbah.

Ozon yang merupakan spesis aktif dari oksigen memiliki oksidasi expected 2.07V, lebih tinggi dibandingkan chlorine yang hanya memiliki oksidasi likely 1.36V. Dengan oksidasi potential yang tinggi ozon dapat dimanfaatkan untuk membunuh bakteri (strilization), menghilangkan warna (decoloration), menghilangkan bau (deodoration), menguraikan senyawa organik (corruption).Dengan kemampuan multifungsi yang dimilikinya ozon dapat menguraikan endapan lumpur yang sebagian besar kandungannya adalah bakteri dan senyawa-senyawa organik seperti phenol, benzene, atrazine, dioxin, dan berbagai zat pewarna organik yang tidak dapat teruraikan dalam compositions lumpur aktif.Ozon membunuh bakteri dengan cara merusak dinding sel bakteri sekaligus menguraikan bakteri tersebut (Collignon, 1994). Hal ini berbeda dengan chlorine yang hanya mampu membunuh bakteri saja. Ozon juga mampu membunuh bakteri tipe filamen seperti bakteri S Natans, M Parvicella, Thiotrix I dan II penyebab building di mana zat padat dan zat cair sulit terpisahkan pada kolam pengendapan.

Dengan menerapkan teknologi ozon pada pengolahan air limbah lumpur aktif didapatkan sistem praktis pengolahan air limbah. Beberapa keuntungan penerapan sistem ini adalah lumpur endapan dapat dihilangkan sehingga pengolahan lanjutan dan/atau pencemaran sungai dapat dihindarkan, building dapat dihilangkan sehingga sistem expositions lumpur aktif berjalan stabil, dan air limbah dapat didaur ulang.

ATURAN YANG MENDUKUNG DAUR ULANG AIR LIMBAH
Di dalam meningkatkan penerapan daur ulang air limbah, Pemerintah Indonesia telah menerbitkanbeberapa aturan walaupun dalam beberapa hal perlu ditambah atau disempurnakan. Aturan tersebut diantaranya adalah:
a. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang
    Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
b. Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2008 tentang
    Penghematan air dan energi.
c. Peraturan Pemerintah No 42 tahun 2008, tentang
    sumber daya air.
d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 6 tahun 2011 tentang pengelolaan sumber daya air,dimana pada
    pasal 37 ayat 1 menyebutkan bahwa daur ulang air limbah wajib dilakukan oleh pengguna air dalam jumlah
    besar,hotel, restoran,rumah sakit dan industri dengan membangun instalasi daur ulang.
e. Dokumen negara”
    Indonesia’s Technology Need Assessment for Climate Change Adaptation 2012.
PT Waterpedia Rejeki Langit
Email : info.waterpedia.co.id
Website : www.waterpedia.co.id
Office : 031 3977660
Wa 1 : 0821 3912 5256
Wa 2 : 0878 5092 5256
English EN Indonesian ID