Bedanya Air isi ulang Reverse Osmosis dengan Air Mineral dalam Kemasan

Air memiliki banyak manfaat bagi semua makhluk hidup, terutama bagi manusia yaitu untuk kebutuhan konsumsi,aktivitas sehari – hari, mempelancar pencernaan, mendorong racun yang ada di dalam tubuh, meningkatkan metabolisme tubuh, menstabilkan konsentrasi, menjaga kulit dan lain – lain. Menurut alat ukur Indonesia dengan menggunakan alat tds meter kita dapat mengetahui antara air isi ulang  Reverse Osmosis ( RO ) dengan air mineral.

Pertama, perbedaan dapat dilihat dari unsur kimiawinya. Air mineral mempunyai  banyak unsur seperti zat besi, kalium, magnesium, dan lainnya yang terkandung di dalamnya yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Sedangkan untuk air isi ulang ro hanya berisi H2O artinya hanya ada unsur air saja dan tidak ada kandungan mineral di dalamnya seperti magnesium, kalium, dan lainnya karena mineral yang ada akan disaring dan dibuang.

Kedua, dari sistem penyaringan. untuk air mineral atau air minum dalam kemasan dilakukan proses filterisasi atau penyaringan yang standar sehingga jika ada 4 liter air yang akan disaring, hasilnya akan didapatkan 4 liter air mineral. Berbeda dengan air RO dimana air akan mengalami proses penyaringan dengan alat atau mesin RO bernama ‘Membran RO’. Sehingga jika ada 2 liter air yang disaring, hasilnya hanya 1 liter air RO. Itulah kenapa air RO jauh akan dihargai lebih mahal.

Ketiga, sebenarnya air mineral memiliki sejuta manfaat baik untuk tubuh begitu pula  dengan air isi ulang pada depot air minum RO yang dapat melawan penyakit serta menjadi nutrisi yang sangat penting untuk tubuh.

Dari beberapa sisi Air Reverse Osmosis mempunyai banyak kelebihan karena diproses menggunakan saringan atau filter yang lebih lembut dibandingkan dengan air mineral. Untuk itu, harga jual air RO lebih mahal. Misalnya, jika air mineral 1 galon dihargai Rp 3.000 maka untuk air RO bisa Rp 7.000,00 – Rp 10.000,00. Karena harganya lebih mahal, biasanya masyarakat lebih suka minum air mineral dari pada RO. Banyak yang menganggap bahwa air RO rasanya lebih pahit dibanding dengan air mineral, hal itu disebabkan oleh terlalu murninya air yang kontak dengan lidah kita. Tapi dengan berjalannya waktu, maka lidah cenderung akan terbiasa dan kecenderungan akan lebih menyukai air RO dibanding dengan air mineral.

Dari sisi harga, yang membuat masyarakat jarang mengkonsumsi RO adalah karena ketidak tahuan tentang informasi dan kandungan air RO apalagi jika dilihat dari kasat mata, bentuk, warna dan rasa dari air RO dan air mineral sama. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pebisnis air RO agar masyarakat juga mulai menyadari pentingnya mengonsumsi air RO untuk kesehatan tubuh meraka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *