031-3977660 info@waterpedia.co.id

Kegiatan apartemen mengakibatkan akumulasi limbah domestik yang menyebabkan badan air kehilangan kemampuan pemulihan alamiahnya sehingga mempengaruhi ketersediaan sumber daya air bersih. Pulau Jawa diperkirakan akan mengalami krisis air bersih pada tahun 2025. Sehingga diperlukan sumber lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan daur ulang air limbah menjadi air bersih. Pengolahan air limbah secara konvensional masih menyisakan kontaminan sehingga tidak memenuhi standar air bersih. Membran merupakan teknologi pembersihan yang paling potensial untuk diterapkan dalam daur ulang air. Pengolahan air limbah dengan teknologi membran memungkinkan penyisihan kontaminan-kontaminan berukuran mikron yang tidak dapat disisihkan oleh teknologi konvensional. Oleh karena itu, aplikasi teknologi membran dalam pengolahan air limbah domestik merupakan hal yang menjanjikan. Kajian pustaka lebih mendalam dilakukan untuk mengetahui prinsip kerja, efektifitas penyisihan pencemar dan operasional teknologi membran dalam pengolahan air limbah domestik. Sehingga kajian ini dapat memberikan kontribusi literatur yang membahas masalah pengolahan air limbah domestik dan penggunaan teknologi membran dalam pengolahan air limbah domestik. Serta memberikan alternatif solusi dan rekomendasi penerapan membran untuk pengolahan air limbah domestik kegiatan apartemen Kajian ini merupakan kajian pustaka dengan studi kasus. Kajian pustaka dilakukan dari sumber buku teks, jurnal, laporan penelitian, bulletin, prosiding ilmiah, serta materi workshop yang berkaitan dengan pengolahan air limbah domestik dan penggunaan teknologi membran. Studi kasus dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dari jurnal, surta kabar dan website. Data sekunder yang diperoleh kemudian dikaji berdasarkan hasil kajian pustaka untuk merencanakan tipikal pengolahan air limbah domestik menggunakan teknologi membran di apartemen melalui studi kasus.

 

Alat – alat dan bahan:

1. Timbang gram

2. Turbidity

3. Kertas lakmus

4. Beaker glass

5. Corong kaca

6. Tds

7. Kertas saring

8. Sampel

 

Langkah kerja :

1. Tuang sampel kedalam beaker 100ml

2. Lalu cek pH sampel menggunakan kertas lakmus

3. Lalu cek trubidity tuang sampel ke dalam kuvet Sampai tanda batas

4. Lalu tekan tombol on tunggu sampai muncul hasil angka

5. Lalu potong kertas saring berbentuk bundar saring sampel sampai selesai

6. Setelah selesai letakkan kertas saring ke cawan

7. Lalu oven kertas saring 1 jam dengan suhu 105 C⁰

8.setelah itu timbang kertas saring menggunakan timbangan di grm.