031-3977660 info@waterpedia.co.id

Analisis Limbah Domestik (Air Bekas Cucian Piring)

Limbah adalah bahan buangan tidak terpakai yang berdampak negatif terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Limbah yang saat ini paling banyak dihasilkan oleh manusia adalah limbah domestik.

Limbah domestik adalah sisa buangan yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Berdasarkan wujudnya, limbah domestik dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

1. Limbah cair

Limbah cair ini berasal dari berbagai kegiatan sehari-hari, seperti air bekas mandi, air bekas mencuci baju, air bekas mencuci peralatan makan, sisa makanan berwujud cair, dan juga kotoran manusia.

2. Limbah padat

Limbah padat yang dibuang sembarangan akan menyebabkan pencemaran dan kerusakan pada lingkungan. Limbah padat domestik dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

a. Limbah organik

Limbah organik adalah limbah yang berasal dari sampah atau buangan sisa makanan, seperti buah, sayuran, dan nasi. Limbah organik yang dibuang akan mengalami pembusukan dan terurai dengan sendirinya.

b. Limbah anorganik

Limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari bahan atau barang yang sulit dan bahkan tidak dapat diuraikan melalui proses biologis, seperti besi, botol, kaca, plastik, peralatan rumah tangga, dan peralatan elektronik. Limbah anorganik yang ditumpuk dan dibuang sembarangan akan berdampak buruk dengan mencemarkan serta mengganggu pemandangan dan kenyamanan.

Contoh limbah rumah tangga yaitu ;

1. Air sisa mencuci pakaian

2. Air sisa mencuci piring

3. Sampah sisa makanan

4. Sampah sayuran

5. Sampah plastik

Limbah cair yang dihasilkan dari rumah tangga yaitu :

1. Grey water

Yaitu limbah cair yang bukan berasal dari kotoran manusia, seperti air bekas mandi, air bekas mencuci pakaian atau piring yang mengandung bahan kimia (sabun dan detergen), dan limbah minyak goreng.

2. Black water

Yaitu limbah yang berasal dari kotoran manusia.

3. Clear water

Yaitu limbah dari hasil tetesan AC dan kulkas.

Apabila limbah grey water langsung dibuang ke saluran drainase tanpa diolah terlebih dahulu, maka akibatnya warna sungai akan menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk sehingga dapat menyebabkan ikan-ikan mati serta zat-zat polutan yang terkandung dalam limbah dapat menjadi sumber penyakit (kolera, disentri, dan penyakit lainnya).

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah cair rumah tangga yaitu :

1. Menggunakan pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan

2. Menerapkan perilaku hemat air

3. Membuat Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL)

Dampak yang dapat kita rasakan apabila pembuangan limbah dilakukan tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu yaitu :

1. Dampak terhadap kesehatan

Limbah padat yang dibuang secara sembarangan di permukaan tanah akan mengalami pembusukan, sehingga limbah tersebut dapat menghasilkan gas beracun, seperti asam sulfat, metan, dan amonia. Limbah ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti diare, gatal-gatal, gangguan ginjal dan hati, kolera dan tifus.

2. Dampak terhadap lingkungan

Pembuangan limbah yang mengandung bahan kimia, seperti detergen di permukaan tanah dapat memengaruhi tingkat keasaman atau pH tanah yang akan berpengaruh terhadap penyerapan unsur hara dan pertumbuhan tanaman.

3. Dampak terhadap estetika

Pembuangan limbah secara sembarangan akan menimbulkan bau busuk yang akan mengganggu penciuman dan juga lingkungan menjadi kumuh dan kotor sehingga tidak enak untuk dipandang.

Alat dan bahan yang digunakan untuk menganalisis limbah ini yaitu :

1. Limbah domestik (air bekas cucian piring)

2. Beaker glass 250 ml

3. TDS meter

4. Kertas pH

5. Turbidity meter

Langkah kerja :

1. Tuang limbah ke dalam beaker glass sebanyak 250 ml

2. Cek total padatan limbah menggunakan TDS meter

3. Cek pH limbah menggunakan kertas pH

4. Cek kekeruhan limbah menggunakan turbidity meter